Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
banyak cerita yang mestinya kau saksikan
di tanah kering berbatuan
ho ho ho ho... ho ho ho ho...
Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
hati tergetar menambah kering rerumputan
perjalanan ini seperti jadi saksi
gembala kecil menangis sedih
ho ho ho ho.....
Kawan coba dengar apa jawabnya
ketika ia kutanya mengapa
bapa ibunya telah lama mati
ditelan bencana tanah ini
sesampainya di laut kukhabarkan semuanya
kepada karang kepada ombak kepada matahari
tetapi semua diam tetapi semua bisu
tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana jawabnya
mengapa di tanahku terjadi bencana
mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
coba kita bertanya pada rumpun yang bergoyang
ho ho ho ho... ho ho ho ho....
Selengkapnya...
Abiet G Ade - Berita Kepada Kawan
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 19.05 0 comments
Abiet G Ade - Nyanyian Rindu
Bila masih mungkin kita menorehkanbatu
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatanbuat kita
Mengumpulkanbekal perjalanan abadi
o o o du dudu du dudu o o o
Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
kenapaharus mereka yangtertimbun tanah
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta
Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung lirik
Hanya atas kasihnya hanya atas kehendaknya kita
masih bertemu matahari
Kepada rumpun di lalang kepada bintang gemintang
kita dapat mencoba meminjam catatan Nya
Sampai kapankah gerangan
waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng semuanya terdiam
semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud
mumpung kita masih di beri waktu
kembali ke Reff
o o o du dudu du dudu o o o
Selengkapnya...
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 18.57 0 comments
Abiet G Ade - Kupu kupu Malam
setiap waktu engkau tersenyum
sudut matamu memancarkan rasa
keresahan yang terbenam
kerinduan yang tertahan
duka dalam yang tersembunyi
jauh di lubuk hati
kata-katamu riuh mengalir bagai gerimis
seperti angin tak pernah diam
selalu beranjak setiap saat
menebarkan jala asmara
menaburkan aroma luka
benih kebencian kau tanam
baar ladang gersang
entah samapi kapan berhenti menipu diri
reff#
kupu-kupu kertas
yang terbang kian kemari
aneka rupa dan warna
dibias lampu temaram
membasuh debu yang lekat dalam jiwa
mencuci bersih dari segala kekotoran
aku menunggu hujan turunlah
aku mengharapkan badai datanglah
gemuruhnya akan
melumatkan semua kupu-kupu kertas
kembali ke reff#
Selengkapnya...
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 18.57 0 comments
Abiet G Ade - Masih Ada Waktu
Bila masih mungkin kita menorehkan batin
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi
hoo..oo..du..du...du..ouoo...ouoo
Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
kenapa harus mereka yang tertimbun tanah
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta
Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung
Hanya atas kasihnya hanya atas kehendaknya
kita masih bertemu matahari
Kepada rumpun di lalang kepada bintang gemintang
kita dapat mencoba meminjam catatanNya
Sampai kapankah gerangan
waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng semuanya
terdiam semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud
mumpung kita masih di beri waktu
Selengkapnya...
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 18.56 0 comments
Abiet G Ade - Untuk Kekasih
Ingin Berjalan Berdua Denganmu Kekasih
Lewati Malam Setelah Usai Rinai Gerimis
Lelawajar Luruh Dengan Rumput Biru
Jemari Tangan Kita Lekat Jadi Satu
Pipimu Memerah Hasratku Merekah
Kenapakah Waktu Tertinggal Jauh?
Ku Katakan Kepadamu Tentang Hijau Huma
Yang Bakal Kita Kerjakan Dengan Sederhana
Kita Segera Akrab Dengan Sinar Pagi
Nyanyikan Kupu-kupu Hinggap Dirambutmu
Tersenyum Kamu Ketawalah Aku
Kenapakah Waktu Tertinggal Jauh?
Malam Suntingkan Rembulan Untukku
Agar Cinta Tak Berpaling Dariku
Lama Aku Pelajari Satu Puisi
Sayang Bila Hanya Angin Yang Mengerti
Oh Burung Bernyanyilah
Demi Terjalin Cinta
Oh...oh...oh
Selengkapnya...
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 18.55 0 comments
Abiet G Ade - Elegi Esok Pagi
Izinkanlah kukecup kenigmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi
Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh oh....
Dan biarkan kumengerti
apa yang tersimpan dimatamu oh oh.......
Barangkali di tengah telaga
ada tersisa butiran cinta
dan semoga kerinduan ini
bukan jadi mimpi di atas mimpi
Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh h......
Dan biarkan ku bernyanyi
demi hati yang risau ini oh oh......
Selengkapnya...
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 18.54 0 comments
Abiet G Ade - Lagu Untuk Sebuah Nama
Mengapa jiwaku mesti bergetar
Sedangkan musik pun manis ku
dengar Mungkin kerna ku lihat lagi
Lentik bulu matamu
Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan
jatuh berderai di keningmu
Makin mengajakku terpana
kau goreskan gitar cinta
Mengapa aku mesti duduk di sini
Sedang engkau tepat di depanku
Mestinya aku berdiri
Berjalan ke depanmu
Ku sapa dan ku nikmati wajahmu
Atau ku isyaratkan cinta
Tapi semua tak ku lakukan
Kata orang, cinta mesti berkorban
Mengapa dadaku mesti berguncang
Bila ku sebutkan namamu
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku
Itu pasti, tapi aku tak mau perduli
Sebab cinta bukan mesti bersatu
Biar ku cumbui bayanganmu
Dan ku sandarkan harapanku.
Selengkapnya...
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 18.53 0 comments
Abiet G Ade - Untuk Kita Renungkan
Kita mesti telanjang
dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat...2x
Anugerah dan bencana adalah kehendakNYa
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambu kecil, agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya....
Hangat menjerit-jerit,
asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahawa kita mesti banyak berbenah
Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan,
masih banyak tangan yang tega berbuat nista...
hooooo
tuhan pasti telah memperhitungkan
amal dan dosa yang kita perbuat.
Kemanakah lagi, kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari hanya tunduk sujud padaNya...
du dudu du dud
---------------
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum...
Berusahalah agar Dia tersenyum....
Selengkapnya...
Posted by Singgih Labels: Abiet G Ade at 18.52 0 comments
