Ancaman pemanasan global makin nyata. NASA melaporkan, lubang ozon yang ada di atas antartika tahun ini lima kali lebih besar.
Lubang ozon ukurannya telah mencapai 10,5 juta mil persegi. Namun ilmuwan NASA Paul Newman mengatakan lubang sebesar itu masih dalam kategori tidak membahayakan.
NASA telah mengamati lubang ini selama 30 tahun. Tahun lalu, lubang ini berukuran 9,7 juta mil atau sebesar Amerika Utara.
Ozon ini terdapat pada lapisan stratosphere yang mampu menangkis sinar ultraviolet dari angkasa. Lubang ozon ini terbentuk akibat gas yang terus diproduksi oleh manusia. Lubang ozon biasa terlihat pada Agustus dan makin membesar pada September atau Oktober sebelum akhirnya menghilang.
Dalam ensiklopedia bebas Wikipidea, ozon merupakan lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 - 48 km di atas permukaan bumi yang mengandung molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet matahari terhadap molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul nitrogen menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.
Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker.
Para ilmuan sangat khawatir ketika menemukan bahan kimia klorofluorokarbon (CFC) yang biasa digunakan sebagai media pendingin dan gas pendorong spray aerosol, memberikan ancaman terhadap lapisan ini. Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar matahari dan menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon.
Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon. Oleh karena itu, penggunaan CFC dalam aerosol dilarang di Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia. Bahan-bahan kimia lain seperti bromin halokarbon, dan juga nitrogen oksida dari pupuk, juga dapat menyerang lapisan ozon.
Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner.
Pada awal 1980-an, peneliti yang bekerja di Antartika mendeteksi hilangnya ozon secara periodik di atas benua tersebut. Keadaan yang dinamakan lubang ozon terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut selama beberapa bulan sebelum menebal kembali.
Studi-studi yang dilakukan dengan balon pada ketinggian tinggi dan satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon secara keseluruhan di Antartika sebenarnya terus menurun. Penerbangan-penerbangan yang dilakukan untuk meneliti hal ini juga memberikan hasil yang sama.

0 comments:
Posting Komentar